BAB II
Media Penyimpanan Data Eksternal
Kegiatan Belajar 1
Materi : Magnetic Disk
Disk merupakan piranti penyimpanan sekunder yang paling banyak
dijumpai pada sistem komputer modern. Disk adalah sebuah piringan bundar yang dibuat
dari logam atau plastic yang dilapisi dengan bahan yang dapat dimagnetisasi. Data yang
dikirim akan direkam di atasnya dan kemudian dapat dibaca dari disk dengan
menggunakan kumparan penginduksi (conducting coil) yang dikenal dengan sebutan head.
Selama operasi pembacaan dan penulisan, headakan bekerja dengan sifat stasioner,
sedangkan piringan berputar dibawah head tersebut.
Head merupakan perangkat kecil yang dapat membaca dan menulis dari bagian
piringan yang ada di bawahnya. Hal ini sangat berpengaruh dalam organisasi data pada
piringan untuk membentuk track. Masing-masing track mempunyai lebar sama dengan
head.
Sebuah disk magnetik terdiri dari satu atau lebih piringan aluminium dengan sebuah
lapisan yang dapat melekat. Awalnya piringan-piringan ini berdiameter 50 cm, namun kini
diameternya hanya 3 – 12 cm, dengan piringan untuk komputer-komputer notebook telah
berdiameter kurang dari 3 cm dan masih dapat lebih kecil lagi. Sebuah head disk yang
berisi sebuah koil induksi menggantung di atas permukaan, yang tertahan pada sebuah
buntalan udara (kecuali untuk floppy disk, dimana head disk ini menyentuh permukaan).
Ketika sebuah arus positif atau negatif melewati head tersebut, arus tersebut menarik
permukaan di bawah head itu, dengan menyatukan partikel-partikel magnetik yang
menghadap ke kiri atau menghadap ke kanan, tergantung pada polaritas arus drive
tersebut. Ketika head tersebut melewati daerah yang bermagnet, sebuah arus positif dan
negatif dimunculkan pada head tersebut, yang memungkinkannya untuk membaca kembali
bit-bit yang telah disimpan sebelumya. Jadi ketika piringan itu berputar di bawah head disk,
serangkaian bit-bit dapat ditulis dan kemudian dibaca kembali.
Sebuah disk magnetik terdiri dari satu atau lebih piringan aluminium dengan sebuah
lapisan yang dapat melekat. Awalnya piringan-piringan ini berdiameter 50 cm, namun kini
diameternya hanya 3 – 12 cm, dengan piringan untuk komputer-komputer notebook telah
berdiameter kurang dari 3 cm dan masih dapat lebih kecil lagi. Sebuah head disk yang
berisi sebuah koil induksi menggantung di atas permukaan, yang tertahan pada sebuah
buntalan udara (kecuali untuk floppy disk, dimana head disk ini menyentuh permukaan).
Ketika sebuah arus positif atau negatif melewati head tersebut, arus tersebut menarik
permukaan di bawah head itu, dengan menyatukan partikel-partikel magnetik yang
menghadap ke kiri atau menghadap ke kanan, tergantung pada polaritas arus drive
tersebut. Ketika head tersebut melewati daerah yang bermagnet, sebuah arus positif dan
negatif dimunculkan pada head tersebut, yang memungkinkannya untuk membaca kembali
bit-bit yang telah disimpan sebelumya. Jadi ketika piringan itu berputar di bawah head disk,
serangkaian bit-bit dapat ditulis dan kemudian dibaca kembali.
Yang berhubungan dengan setiap drive adalah pengontrol disk, yaitu sebuah chip
yang mengontrol drive. Beberapa pengontrol berisi sebuah CPU penuh. Tugas-tugas
pengontrol tersebut antara lain menerima perintah-perintah dari software, seperti READ,
WRITE, dan FORMAT (menulis semua permulaan), mengontrol gerakan lengan,
mendeteksi dan memperbaiki kesalahan-kesalahan, dan mengkonversi baca byte 8 bit dari
memori menjadi aliran bit serial dan sebaliknya. Beberapa pengontrol juga bertugas
menyangga banyak sektor, menyembunyikan Baca sektor untuk pemakaian dimasa
mendatang, dan memetakan kembali sektor-sektor yang rusak. Fungsi terakhir ini
disebabkan oleh keberadaan sektor-sektor dengan spot yang jelek (yang selalu
mengandung magnet). Ketika pengontrol menemukan sebuah sektor yang jelek, ia
menggantikannya dengan salah satu sektor-sektor cadangan yang disiapkan untuk tujuan
ini dalam setiap silinder atau zona.
Kegiatan Belajar 2
Materi : Teknologi RAID ( Redundant Array of Independent Disks )
A. Pengetian RAID
( Redundant Array of Independent Disks )
RAID (Redundant Array of Independent Disks) atau dalam bahasa indonesia
penyimpan data redundan yaitu sebuah teknologi dalam penyimpanan data yang
digunakan untuk meminimalkan kesalahan pada saat penyimpanan dan pembacaan data
dengan menggunakan redundansi (penumpukan data) dengan menggunakan perangkat
lunak atau menggunakan hard disk itu sendiri. Pola RAID terdiri atas enam level dan level
nol sampailima. Level ini tidak mengartikan hubungan hierakis (urutan tingkat) namun
penandaan arsitektur rancangan yang berbeda yang mempunyai tiga karakteristik umum :
a. RAID merupakan sekumpulan disk drive yang dianggap oleh sistem operasi sebagai
sebuah drive logical tunggal.
b. Data didistribusikan (disalurkan) ke drive fisik.
c. Kapasitas redundant disk digunakan untuk menyimpan informasi paritas (penggunaan
sandi),yang menjamin pemulihan data ketika terjadi kegagalan disk.
B. Level RAID
RAID 0 merupakan non-redundant disk array, tidak memiliki redundansi sama sekali.
skema ini memberikan peningkatan performa dan penambahan media penyimpanan
namun tanpa toleransi fault. Semakin banyak disk yang digunakan semakin besar pula
kemungkinan disk failurnya. peningkatan bandwidth namun memiliki resiko kehilangan
data yang lebih besar. Biasanya digunakan untuk komputer yang membutuhkan performa
dan kapasistas yang besar, bukan reliabilitas, seperti pada lingkungan super-computing.
Data dibagi-bagi dan ditulis dalam satuan yang disebut blok-blok. urutan blok ini ditandai
dengan stripe-size yang merupakan paramater konfigurasi array. masing-masing blok
dituliskan pada disk yang berbeda secara simultan. ini memungkinkan bagian yang lebih
kecil dari keseluruhan data untuk dibaca secara parallel dari drive-drive, sehingga
performa I/Onya didapatkan.
Skema yang digunakan pada RAID 1 adalah mirrorring. data yang dituliskan pada
satu drive akan diduplikasi atau dituliskan juga pada drive lainnya. pada umumnya skema
ini diterapkan dengan 2 harddisk/diskdrive tapi aplikasi mengunakan 3 atau lebih disk drive
juga memungkinkan. dengan skema ini didapatkan data yang reliable, kerusakan pada
satu disk tidak akan mempengaruhi disk yang lain, sistem akan tetap bekerja selama salah
satu disk berada dalam kondisi yang baik. kekurangannya adalah penurunan performa
pada penulisan data. Cara ini dapat meningkakan kinrja disk, tetapi jumlah disk yang
dibutuhkan menjadi dua kali lipat, sehingga biayanya menjadi sangat mahal. Pada level 1
(disk duplexing dan disk mirroring) data pada suatu partisi hard disk disalin ke sebuah
partisi di hard disk yang lain sehingga bila salah satu rusak, masih tersedia salinannya di
parrisi mirror.
RAID level 2 pada level ini, menggunakan teknik akses paralel, seluruh anggota disk
berpartisipasi dalam mengeksekusi setiap request I/O. Umumnya, pemutaran setiap drive
disinkronisasikan sehingga seluruh head disk selalu berada pada posisi yang sama pada
setiap disk yang terdapat pada array.
Pada level ini pengorganisasian sama dengan pada level 2. Perbedaan yang
mendasar adalah level 3 hanya mebutuhkan disk redundant tunggal, tidak bergantung
pada besarnya array disk. Level 3 menggunakan akses paralel dengan data yang
didistribusikan dalam bentuk-bentuk kecil, code error-correcting tidak dihitung, melainkan
bit paritas sederhana yang dihitung untuk sejumlah bit-bit individual yang berada dalam
posisi yang sama pada seluruh disk data.
RAID level 4 menggunakan konsep yang sama dengan RAID level 3 hanya saja
pada RAID 4 striping dilakukan pada blok-blok yang ukurannya didefinisikan dalam stripesize. ukuran masing-masing blok pada umumnya dalam satuan KiB. Stripe size yang ada
biasanya dalam rentang 2KiB hingga 512 Kib, dengan ukuran yang diijinkan adalah dalam
2 pangkat x, (2, 4, 8, ... ) KiB. dengan ukuran blok seperti ini dan dedicated parity / parity
yang disimpan khusus dalam sebuah drive dapat timbul bottleneck. Request pembacaan
file yang ukurannya lebih kecil dari stripe-size akan mengakses hanya 1 disk. Request
penulisan file harus melakukan update terhadap blok dan melakukan penghitungan parity.
Untuk file besar yang penulisannya membutuhkan striping pada setiap disk (semua disk),
maka perhitungan parity akan mudah dilakukan, sedang untuk penulisan file yang
ukurannya lebih kecil dari 1 blok maka harus dilakukan pengaksesan dan penulisan
pada blok yang telah ada. Perbandingan data baru dan data lama pada blok tersebut juga
harus dilakukan untuk kemudian dituliskan parity-nya. Proses ini disebut juga read-modifywrite procedure. Bottleneck dapat timbul karena pada setiap penulisan file, parity mungkin
akan dihitung ulang dan diupdate, efeknya timbul pada pengaksesan secara lebih pada
disk yang digunakan untuk khusus menyimpan parity
RAID 5 mirip dengan RAID 4 dalam skema blok stripingnya, namun RAID 5
menggunakan parity yang didistribusikan ke dalam tiap disk, tentu saja untuk
menghilangkan bottleneck yang mungkin timbul pada skema RAID 4. Skema ini memiliki
performa yang paling baik untuk request pembacaan file kecil dan penulisan file yang
berukuran besar. peningkatan performa pembacaan karena semua disk dapat
berkontribusi dalam pengaksesan. Kekurangan dari skema ini adalah pada penulisan file
berukuran kecil karena proses read, modify, write yang terjadi untuk penulisan file kecil.
Prosedure ini juga mengakibatkan penulisan file kecil pada RAID 5 kurang efisien
dibandingkan dengan mirrorring pada RAID
RAID level 6 disebut juga redundansi P + Q. Mirip seperti RAID level 5, tetapi
menyimpan informasi redundan tambahan untuk mengantisipasi kegagalan dan beberapa
disk sekaligus.RAID level 6 melakukan dua perhitungan paritas yang herbeda, kemudian
disimpan di dalam blok-blok yang terpisah pada disk-disk yang berbeda. Jadi, jika disk
data yang digunakan sebanyak n buah disk, maka jumlah disk yang dibutuhkan untuk
RAID level 6 ini adalah n + 2 disk. Keuntungan dari RAID level 6 ini adalah kehandalan
data yang sangat tinggi, karena untuk menyebabkan data hilang, kegagalan harus terjadi
pada tiga buah disk dalam interval rata-rata untuk perbaikan data (Mean Time To Repair
atau MTTR). Kerugiannya yaitu pinalti waktu pada saat penulisan data, karena setiap
penulisan yang dilakukan akan mempengaruhi dua paritas blok
RAID level 0 + 1 dan 1 + 0 ini merupakan kombinasi dan RAID level 0 dan 1.
RAID Level 0 memiliki kinerja yang baik, sedangkan RAID level 1 memiliki kehandalan.
Namun, dalam kenyataannya kedua hal ini sama pentingnya. Dalam RAID 0 + 1,
sekumpulan disk di-strip,kemudian strip tersebut di-mirror ke disk-disk yang lain,
menghasilkan strip-strip data yang sama. Kombinasi Iainnya yaitu RAID 1 + 0, di mana
disk-disk di-mirror secara berpasangan,dan kemudian hasil pasangan mirromya di-strip.
RAID 1 + 0 ini mempunyai keuntungan lebih dibandingkan dengan RAID 0 + 1. Sebagai
contoh, jika sebuah disk gagal pada RAID 0 + 1, seluruh strip-nya tidak dapat diakses,
hanya sebagian strip saja yãng dapat diakses, sedangkan pada RAID 1 + 0, disk yang
gagal tersebut tidak dapat diakses, tetapi pasangan mirror-nya masih dapat diakses, yaitu
disk-disk selain dan disk yang gagal.
Kegiatan Belajar 3
Materi : Optical Disk
Optical disc (piringan optik) adalah sebuah perangkat keras yang menggunakan
sinar laser ataugelombang elektromagnetik bertenaga rendah untuk melakukan proses
pembacaan (reading) dan optical disc dan juga pada penulisan (writing) data. Optical
disc dapat menampung data hingga ratusan bahkan ribuan kali daya tampung disket.
Piringan optik dapat berupa CD atau DVD. Beberapa drive hanya bisa membaca data
pada disk, namun teknologi saat ini memperbolehkan sebuah drive untuk melakukan
pembacaan maupun penulisan pada drive.
B. Ciri-Ciri Optical Disc
a. Menggunakan laser untuk membaca data
b. Dapat digunakan untuk menyimpan data yang volumenya sangat besar
c. Dapat membaca dengan cepat
C. Jenis-Jenis Optical Disc
Teknologi dan jenis-jenis dari optical disc bermacam-macam tergantung dari bahan
pembuatannya maupun perkembangan teknologi terbarunya. Ada beberapa Jenis optical disc
saat ini, dimulai dari CD, DVD, Blu-ray, hingga saat ini ada yang terharu dan optical disc yaitu
FM Disc. Berikut penjelasan jenis-jenis optical disc
Kegiatan Belajar 4
Materi : Pita Magnetic
Pada tahun 1950-an magnetic tape telah digunakan pertama kali oleh IBM untuk
menyimpan data. Saat sebuah rol magnetic tape dapat menyimpan data setara dengan
10.000 punch card, membuat magnetic tape sangat populer sebagai cara menyimpan
data komputer hingga pertengahan tahun 1980-an.
B. Pengertian dan Karakteristik Magnetic Tape
Pita magnetik (mangnetic tape) adalah media penyimpanan yang terbuat dan
campuran plastik dan ferric oxide yang berfungsi untuk merekam serta menyimpan
informasi. Pita magnetik mempunyai kecepatan putar sebesar 18,75-200 inci per detik.
Data yang disimpan dalam magnetic tape umumnya adalah data yang tidak
memerlukan perubahan serta backup data. Kecepatan baca data pada tipe ini
tergantung model dan instruksinya, diperkirakan antara 1.500 sampai 60.000 bytes per
detiknya.
C. Lapisan Dasar
Media penyimpanan pita magnetik (magnetic tape) terbuat dari bahan magnetik
yang dilapiskanpada plastik tipis, seperti pita pada kaset. Pada proses penyimpanan
atau pembacaan data, kepala pita (tape head) harus menyentuh media.
D. Fungsi Magnetic Tape
Fungsi-fungsi magnetic tape adalah media penyimpanan, alat input / output, merekam
audio, video, atau sinyal
E. Cara Kerja Magnetic Tape
Data digital pada pita magnetik direkam dengan media tape recorder secara
berurutan menggunakan drive khusus untuk masing-masing jenis pita magnetik sebagai
titik-titik magnetisasi pada lapisan peroksida. Magnetisasi positif menyatakan 1 bit dan
magnetisasi negatif menyatakan 0 bit atau sebaliknya.
Karena perekaman dilakukan secara sekuensial, maka untuk mengakses data
yang kebetulan terletak di tengah, drive harus memutar gulungan pita, hingga head
mencapai tempat data tersebut. Hal ini membutuhkan waktu relatif lama. Meskipun
demikian, teknologi pita magnetik masih banyak digunakan sebagai media backup data
atau pengarsipan. Hal ini dikarenakan media ini memiliki kapasitas yang besar. Secara
garis besar, pita magnetik dibedakan menjadi reel tape dan tape catridge.
F. Proses Penyimpanan
Pada proses penyimpanan dan pembacaan data, kepala pita (tape head) harus
menyentuh media, sehingga dapat mempercepat kinerja pita. Data pada pita magnetik
direkam secara berurutan dengan menggunakan drive khusus untuk masing-masing
jenis pita magnetik. Karena perekaman dilakukan secara bersamaan maka untuk
mengakses data yang kebetulan terletak di tengah, drive terpaksa harus memutar
gulungan pita, hingga head mencapai tempat data tersebut. Hal ini membutuhkan
waktu yang relatif lebih lama.
G. Sistem Block pada Magnetic Tape
a. Data yang dibaca dari atau ditulis ke tape dalam suatu grup karakter disebut block.
Suatu block adalah jumlah terkecil dari data yang dapat ditransfer antara secondary
memory dan primary memory pada saat akses. Sebuah block dapat terdiri dan satu
atau lebih record. Sebuah block dapat merupakan physical record.
b. Di antara 2 block terdapat ruang yang kita sebut sebagai gap (inter block gap).
H. Keuntungan Penggunaan Magnetic Tape
Keuntungan menggunakan magnetic tape adalah antara lain sebagai berikut.
a. Panjang pita yang ukurannya 600, 800 m bahkan lebih, memungkinkan panjang
rekaman (durasi) tidak terbatas.
b. Kepadatan data tinggi.
c. Volume penyimpanan datanya besar dn harganya murah.
d. Kecepatan transfer data tinggi.
e. Sangat efisien bila semua atau kebanyakan record dan sebuah tape file memerlukan
pemrosesan seluruhnya.
I. Keterbatasan Magnetic Tape
Keterbatasan magnetic tape adalah antara lain sebagai berikut.
a. Akses langsung terhadap record data lambat.
b. Kurang ramah lingkungan.
c. Memerlukan penafsiran terhadap mesin.
d. Proses harus sequential (artinya penyimpanan maupun pembacaan dilakukan secara
berurutan).
J. Jenis-Jenis Magnetic Tape
Jenis-jenis magnetic tape sebagai berikut.
a. Reel to Reel Tape
Reel to reel tape merupakan bentuk magnetic tape tertua. Alat ini mempunyai
ukuran lebar 0,5 inci dan panjangnya mencapai 2.400 kaki. Jika 1 kaki 12 inci, maka
2.400 kaki berarti 28.800 inci, bisa dibayangkan panjangnya seperti apa. Biasanya
mempunyai tingkat kerapatan hingga 6.250 bit per inci. Setiap reel pita magnetic
terdapat dua daerah yang tidak digunakan untuk merekam data yang disebut dengan
leader
b. Catrige Tape
Catrige tape dibuat untuk menyimpan hasil dan suatu backup dan file ke disk.
Banyak digunakan untuk komputer mini. Untuk menggunakannya dibutuhkan catrige
tape unit.
c. Cassette Tape
Cassette Tape banyak digunakan di komputer mikro. selain untuk merekam lagu
cassette tape dapat digunakan untuk merekam sinyal berbentuk bilangan biner. Suatu
teknik untuk mewakili bilangan biner di cassette tape disebut dengan FSK (Urequency
Shift Keying). Untuk menggunakannya dibutuhkan tape recorder biasa.
Kegiatan Belajar 5
Materi : Hierarki dan Karakteristik Sistem Memori
Inboard memori adalah memori yang dapat diakses langsung oleh prosesor.
Inboard memori dibagi menjadi 3:
a. Register Memori
Merupakan jenis memori dengan kecepatan akses yang paling cepat, memori ini
terdapat pada CPU, prosesor.
Contoh: Register Data, Register Alamat, Stack Painter Register, Memori
AddresRegister, dan Instruction Register.
b. Cache Memory
Merupakan memori berkapasitas kecil yang lebih mahal dan memori utama. Cache
memory terletak antara memori utama dan register pemroses, berfungsi agar
pemroses tidak Iangsung mengacu pada memori utama agar kinerja dapat
ditinggikan
Cache memory ini ada dua macam yaitu:
\1) Cache memory yang terdapat pada Internal prosesor. Cache memory jenis ini
kecepatan aksesnya sangat tinggi dan harganya sangat mahal. Hal ini bisa
terlihat pada prosesor yang berharga mahal seperti P4, P3, AMD-Athlon.
Semakin ringgi kapasitas Li, U cache memory maka semakin mahal dan
semakin cepat prosesor.
2) Chace memory yang terdapat di luar processor, yaitu berada pada motherboard.
Memori jenis ini kecepatan aksesnya sangat tinggi, meskipun tidak secepat
cache memory jenis pertama (yang ada pada Internal prosesor). Semakin besar
kapasitasnya maka semakin mahal dan cepat. Hal ini bisa kita lihat pada
motherboard dengan beraneka ragam kapasitas cache memory yaitu 256 KB,
512 KB, 1 MB, 2 MB dan lain-lain.
c. Memori Utama
Memori utama adalah memori yang berfungsi untuk menyimpan data dan program.
Jenis memori utama adalah sebagai berikut :
1) ROM (Read Only Memory) yaitu memori yang hanya bisa dibaca data atau
programnya. Pada PC, ROM terdapat pada BiOS (Basic input Output System)
yang terletak pada motherboard yang berfungsi untuk men-setting periferal yang
ada pada sistem. Contoh: AMIBIOS, AWARD BIOS, dan Phoenix Bios. ROM
untuk BIOS beragam jenis di antaranya jenis Flash EEPROM BIOS yang
memiliki kemampuan dapat diganti programnya dengan software yang
disediakan oleh perusahaan pembuat motherboard. Pada umumnya
penggantian tersebut untuk peningkatan unjuk kerja dari periperal yang ada di
motherboard.
2) RAM (Random Acces Memory) yang memiliki kemampuan untuk diubah data
atau program yang tersimpan di dalamnya. Ada beberapa jenis RAM yang ada
di pasaran saat ini:
a) SRAM c) SDRAM e) RDRAM
b) EDORAM d) DDRAM f) VGRAM
B. Outboard Storage
Outboard storage adalah penyimpanan yang memiliki kapasitas lebih besar dan pada inboard memory dan bersifat non-volatile, serta digunakan dalam kurun waktu tertentu. Contoh dan outboard storage ini antara lain sebagai berikut. a. Magnetic Disk Outboard storage yang terbuat dan satu atau lebih piringan yang bentuknya seperti piringan hitam yang terbuat dan metal atau dari plastik dan permukaannya dilapisi dengan magnet iron-oxide, serta memiliki read/write protect notch (lubang proteksi baca dan tulis). b. Hard Disk Terbuat dari piringan keras dari bahan alumunium atau keramik yang dilapisi dengan zat magnetik. Saat ini komputer telah menggunakan kapasitas hard disk hingga 500 gigabyte lebih.
Outboard storage adalah penyimpanan yang memiliki kapasitas lebih besar dan pada inboard memory dan bersifat non-volatile, serta digunakan dalam kurun waktu tertentu. Contoh dan outboard storage ini antara lain sebagai berikut. a. Magnetic Disk Outboard storage yang terbuat dan satu atau lebih piringan yang bentuknya seperti piringan hitam yang terbuat dan metal atau dari plastik dan permukaannya dilapisi dengan magnet iron-oxide, serta memiliki read/write protect notch (lubang proteksi baca dan tulis). b. Hard Disk Terbuat dari piringan keras dari bahan alumunium atau keramik yang dilapisi dengan zat magnetik. Saat ini komputer telah menggunakan kapasitas hard disk hingga 500 gigabyte lebih.
C. Off-line Storage
Off-line storage tergolong dalam penyimpanan yang lambat karena masih menggunakan pita magnetik. Riskannya menggunakan data lama masa pakai membuat jenis penyimpanan ini sangat jarang digunakan. Contoh: cartridge tape dan WORM
Off-line storage tergolong dalam penyimpanan yang lambat karena masih menggunakan pita magnetik. Riskannya menggunakan data lama masa pakai membuat jenis penyimpanan ini sangat jarang digunakan. Contoh: cartridge tape dan WORM












Komentar
Posting Komentar